Berbagai museum di Yogyakarta menyimpan bukti sekaligus sebagai saksi bagi sejarah perjalanan budaya Jawa dan kota Yogyakarta khususnya. Banyak hal yang dapat Anda pelajari dari berbagai museum di Yogyakarta.
Selain museum, melalui beberapa monumen di Yogyakarta, bukti-bukti sejarah nasional juga turut menjadi lambang kegagahan dan patriotisme bangsa Indonesia.
Temukan referensi museum di Yogyakarta / monumen di Yogyakarta hanya di KatalogKota.COM.
|
|
Museum Dirgantara Mandala |
|
|
|
Museum Dirgantara Mandala yang didirikan pada tanggal 4 April 1969 di jalan Tanah Abang, Bukit, Jakarta oleh Panglima Angkatan Udara Laksmana Udara Rusmin Nuryadin. Bulan November 1977 Museum Dirgantara Mandala dipindahkan dan digabungkan dengan Museum Ksatrian AAU (Akademi Angkatan Udara) di pangkalan Adisucipto Yogyakarta. Pada tanggal 29 Juli 1978 diresmikan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Pada tahun 1984, Museum Dirgantara Mandala dipindahkan ke Wonocatur, tepatnya ke sebuah gedung bekas pabrik gula yang dibangun semasa penjajahan Belanda.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Monumen Yogya Kembali Monjali |
|
|
|
|
Monumen Yogya Kembali adalah sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di kota Yogyakarta dan dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Museum yang berada di bagian utara kota ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dalam acara darmawisata.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman |
|
|
|
|
Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman yang terletak di daerah Bintaran Kota Jogja ini menampilkan penggalan-penggalan kisah beliau mulai dari masa kanak-kanak di Purwokerto hingga Sudirman wafat dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman ini didukung oleh 14 ruangan pameran, yang mana tiap-tiap ruangan merupakan untaian cerita yang disusun secara kronologis. Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman ini tidak lain merupakan biografi Sudirman dalam wujud ruang-ruang yang diibaratkan sebagai halaman sebuah buku. |
|
Selanjutnya...
|
|
Museum Sandi awal pembangunannya diprakasai oleh penawaran Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mempunyai keinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta, pada kesempatan ini Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Widyakarya, Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Sebuah tawaran yang menarik tersebut disambut baik oleh Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Nachrowi Ramli, yang kemudian membentuk Tim Pengisian Museum Sandi untuk menindaklanjuti tawaran tersebut.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 3 |