Candi Sambisari |
|
|
|
Lokasi : Kecamatan Kalasan, Sleman Suatu hari di bulan Juli 1966, Karyowinangun, seorang petani berangkat kesawah miliknya didusun Sambisari, desa Purwomartini,Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY Yogyakarta, 10 Km timur kota Yogyakarta. Ketika itu ia mulai mencangkul sawahnya, tiba-tiba ujung cangkulnya menghantam bongkahan batu hitam terpendam di tanah. Dan tak disadari ayunan cangkulnya itu menjadi awal sebuah penenmuan besar. Sangat besar.Batu hitam itu ternyata puncak dari sebuah candi, yang kemudian tercatat sebagai candi Sambisari. Karyowinangun melaporkannya kekantor cabang Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional sekarang Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala di Prambanan. Upaya ekskavasipun dimulai tahun itu juga. Pada tahun 1975 bentuk kompleks candi mulai terbuka, tapi pemugaran dan rekonstruksi baru dilakukan pada tahun 1987. Kompleks candi itu memang terpendam di kedalaman 7,5 meter dari permukaan tanah. Letak candi memang di dataran yang lebih rendah dibanding kompleks situs Prambanan dan Boko. Menurut para peneliti geologi, yang menimbun candi ini adalah material vulkanik dari letusan besar Merapi di tahun 1006 M. Sebuah prahara yang membuat dinasti Mpu Sendok ketika itu mesti mengungsi ke sisi timur jawa. Candi Sambisari diperkirakan dibuat pada kurun waktu 812 - 828 M. Pada masa kejayaan kerajaan Medang yang dipimpin Rakyan I Garung, atau dikenal sebagai Rakai Garung pada masa klasik Mataram kuno. Ada teori yang menyebutkan bahwa Rakai Garung ini sangat dimungkinkan adalah Samaratungga. Cangkul Karyowinangun mungkin tak akan pernah diingat orang, tapi penemuannya membuka sejarah nusantara dan wisata sejarah. ![]() |