Skip to content

KatalogKota.COM

Home Liputan Aroma Spiritual Suralaya
Liputan Budaya Jogja

Aroma Spiritual Suralaya

PDF Cetak E-mail
Lokasi : Kulonprogo Yogyakarta

puncak-suroloyo-300x225Pada suatu ketika, dimasa awal Mataram, Raden Mas Rangsang mendapatkan wangsit, ilham, untuk menjadi penguasa di tanah jawa dengan berjalan ke arah barat, ke arah perbukitan Menoreh. Saat itu ibu kota kerjaaan Mataram berada di Kotagede. Saat melewati pegunungan itu, ia pingsan. Dalam pingsannya ia merasa mendapatakan perintah untuk bersemadi di tempat itu.

Sang Raden Mas itu menang kemudian menjadi Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja besar Mataram, begitu dikisahkan dalam kitab "Cebolek", karya R.Ng, Yasadipura, pujangga Kasunanan Surakarta di abad 18. Tempat semadi di puncak perbukitan di kawasan perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan ketinggian 1017 meter di atas permukaan laut itu bernama Suralaya.

Namun ketingggi itu rupanya tak hanya memboroskan kemanjaan mata pada keindahan pemandangan alam di sekelilingnya, disana ternyata juga ada bau spiritual. Aroma itu menciptakan kedekatan hati dengan sang Pencipta dalam frame pemikiran filosofi Jawa. Bahwa kedekatan itulah yang membangun kesadaran untuk ikhlas menghadap Yang Maha Kuasa.

Nuansa spiritual Jawa mencapai puncak keagungannya pada saat peringatan 1 Suro, tahun baru dalam sistem kalender tradisional Jawa. Peringatan 1 Suro ini ditandai dengan upacara tradisi memandikan dua pusaka kraton Kasultanan Yogyakarta ; tombak K. Manggala Murti dan payung K. Manggala Dewa. Pada konteks kekinian, kebesaran Tuhan dalam kecantikan alami Suralaya ini adalah sebuah anugrah luar biasa bagi mereka para pemburu ketentraman hati.

Puncak-Suroloyo-3  fit-400x320